![]() |
| Kades Rifal bersama Binmas Babakan memantau ternak warga |
Babakan, Lumajang – Salahsatu pengusaha kambing perah di Dusun Ngaglik, Desa Babakan, Kecamatan Padang terpaksa mengurangi jumlah ternaknya, lantaran khawatir dengan merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) belakangan ini.
Slamet (35), salahsatu pemerah susu kambing kepada jatimhariini.co.id mengatakan, di kandang tempatnya bekerja saat ini hanya ada sekitar 40 ekor kambing saja. Padahal sebelumnya, kandang itu berisi hingga 187 ekor.
Menurutnya, kambing-kambing itu dijual sebelum terjadi penyebaran virus PMK di Lumajang. Hingga saat ini, kandang tersebut dibiarkan kosong sementara waktu.
“Kita ya takut mau ngisi kandang, khawatir kambing yang di sini ikut tertular,” ungkap Slamet, Selasa (17/5/2022).
Mengantisipasi hal itu, Kepala Desa Babakan, Moch. Rifal Andrianto, SE, terjun langsung dan mengecek kondisi ternak warganya. Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan ternak yang sakit dengan ciri-ciri terserang virus PMK.
Ia pun menghimbau, agar pemilik ternak segera melaporkan kepada petugas apabila ada sapi atau kambing yang sakit, supaya segera ditangani. Apalagi pelayanan kesehatan ternak yang diindikasi terjangkit virus PMK, itu gratis dan sudah difasilitasi pemerintah.
“Tadi sudah kita sosialisasikan ke warga terkait penanganan PMK ini, Alhamdulillah tidak ada ternak yang sakit di sini,” tutur Rifal.
Kapolsek Padang, Iptu Wasono Budi T, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terkait ternak yang suspek PMK, sesuai arahan kapolres. Sejauh ini di Kecamatan Padang hanya ada 2 desa yang terindikasi, yaitu di Desa Kedawung dan Bodang.
Namun hal itu sudah ditangani pihaknya bersama tenaga kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
“Di Kedawung yang banyak kemarin, tapi setelah dicek ternyata tidak apa-apa. Mungkin karena banyak yang belum tahu dan kekhawatiran warga saja. Untuk di desa lain masih aman,” katanya.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengeluarkan atau mendatangkan ternak dari luar kecamatan sementara waktu. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran virus PMK.
“Tahan dulu, jangan sampai jual beli ternak sementara waktu. Ini demi kepentingan bersama,” pungkasnya. Dikutip dari jatimhariini.co.id
