![]() |
| Juri saat melakukan penilaian |
Lomba kampung resik yang dilaksanakan kedua kalinya itu, menjadi bukti nyata berubahnya kampung di Dusun Krajan tersebut.
Sejak dari setahun yang lalu, botol botol bekas minuman mineral yang telah diwarnai sedemikian rupa, nampak terus menghiasi tembok tembok di sekitar kampung. Hanya saja, sebagian oleh warga diganti tanamannya.
Dari tanaman hias berupa bunga diganti dengan tanaman sayur mayur, seperti sawi, bayam dan selada.
Tanaman sayuran itu terus eksis sepanjang tahun, dan turun menjadi bagian dari penilaian kampung resik.
Berbeda dengan lingkungan yang ada di RT 04. Warganya begitu kompak mempersiapkan untuk menyambut peringatan bulan kemerdekaan sejak setahun lalu.
Warga secara sukarela bersedia ditarik iuran, untuk memperindah lingkungan dan ketika ada kegiatan lomba-lomba. Sehingga tidak sampai memberatkan warga, karena sudah ada persiapan sejak dini.
“Warga kita mintai iuran atau urunan setiap bulan. Agar tidak terlalu berat, iuran kita tarik sebulan 2 kali. Jadi 5000 an setiap 2 pekan,” ungkap Bawon, ketika diperkenalkan dengan juri kampung resik oleh Ketua PKK Desa Babakan, Azizatul Chunaenah, Spdi, Jum’at (26/7/2024), lalu.
Bawon, selaku ketua Rukun Tetangga (RT), menjelaskan jika hasil iuran itu dibelikan pot bunga berukuran besar. Pot pot tersebut diletakkan di depan rumah masing masing warga, lengkap dengan tanamannya.
Selain itu, warga juga mendapat 1 tanaman bawang yang diletakkan dalam polibag.
Agar tanaman itu bisa terus bertahan hidup, Bawon dengan sukarela menyirami semua tanaman milik warga yang telah dikoordinir itu. Ia khawatir, bila dirawat masing masing pemilik rumah, karena harus ada perlakuan tertentu supaya tidak kemudian tanaman itu mati.
Sebab, kondisi tanaman di tangan orang berbeda, akan berbeda pula hasilnya nanti.
“Daripada tanamannya nanti mati kan eman. Alhamdulillah semua warga setuju dan malah bersemangat. Karena hasil iurannya terlihat jelas bisa memperindah lingkungan,” pungkasnya. (iki)
