Pertahankan Juara Kampung Resik, Warga Babakan Dibantu Mahasiswa UIN KHAS Jember

Mahasiswa saat membantu pengecatan
Babakan – Predikat sebagai juara kampung resik di tingkat Kecamatan Padang pada tahun 2023 lalu, terus diperjuangkan oleh warga Dusun Krajan, Desa Babakan, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.

Kali ini, warga semakin kompak dan penuh semangat membersihkan lingkungan. Termasuk mempercantik lingkungan yang dilombakan dalam kontestasi kampung resik.

Apalagi, warga juga dibantu oleh belasan mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Sedikitnya ada sekitar 15 mahasiswa, dari berbagai jurusan yang terjun ke lapangan. Mereka nampak antusias membantu warga memasang pernak pernik untuk memeriahkan peringatan bulan kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Kami ada 15 orang di Desa Babakan, 3 diantaranya cowok dan sisanya cewek. Kita melaksanakan KKN selama 40 hari,” ungkap Imroatul, ketika membantu proses pengecatan jalan paving, Rabu (24/7/2024), lalu.

Para mahasiswa membantu warga hampir setiap malam, bahkan sampai lebih dari jam 9 baru kemudian istirahat.

Kepedulian mereka patut mendapat apresiasi dari warga. Dengan bantuannya, warga merasa tugasnya menjadi lebih ringan ketimbang ketika tidak ada mahasiswa KKN.

“Kita sama-sama saling membantu,” imbuh Imroatul.

Sementara Zainul, salahsatu ketua Rukun Tetangga (RT), menyampaikan jika proses mempersiapkan lomba kampung resik kali ini lebih meriah, lebih guyub dan lebih banyak yang berkecimpung.

Bahkan sampai hampir tengah malam, masih banyak warga yang belum istirahat demi mempercantik lingkungan.

“Nuansa lingkungan tetap merah putih, baik dari ujung kulon sampai ujung timur. Memang ada sedikit tambahan warna lain, agar lebih bervariasi saja. Kalau merah putih itu wajib,” ucap Zainul kepada Babakan Maju.

Ia selaku ujung tombak pemerintah paling bawah mengaku tidak berharap banyak, terkait lomba kampung resik ini. Selama warga masyarakat bisa guyub rukun, hal itu sudah lebih dari cukup.

“Memenangkan lomba kampung resik bukan tujuan, tapi menjadikan lingkungan yang indah, asri dan bersih tentu merupakan dambaan semua warga,”. Katanya.

Namun begitu, ia tidak menampik jika warga berkeinginan untuk mempertahankan predikat juara kampung resik tahun lalu.

“Pokoknya jangan sampai kendor, tahun kemarin menang kan nggak mungkin kita kalah di lomba yang sama,” serunya. * (fin)