![]() |
| Petugas ketika melakukan olah TKP |
Bodang, Lumajang - Seorang warga Dusun Karanganyar, Desa Bodang, Kecamatan Padang berlumuran darah usai diserang orang tak dikenal.
Akibat serangan brutal itu, korban menderita sejumlah luka serius di bagian tubuh dan kepala.
Menurut Samad, tetangga korban mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. saat korban istirahat seorang diri di rumahnya.
Korban yang bernama Misto alias Samsul (55), kesehariannya berprofesi sebagai blantik kambing. Selama menduda, Ia hidup seorang diri di rumah yang cukup besar.
"Saat kejadian tidak ada yang tahu, kan dia sendirian di rumahnya. Apalagi kejadiannya dini hari. Tau-tau korban berlumuran darah minta tolong ke tetangga," ungkap Samad kepada babakanmaju.com, Selasa (26/7/22).
Usai dibacok, korban diduga berpura-pura mati sehingga ditinggalkan oleh pelaku. Dirasa aman, korban langsung menuju rumah tetangga yang berjarak sekitar 100 meter ke arah selatan.
Menurutnya, korban mengalami luka bacok sebanyak 8 titik. 2 di tangan kiri, pipi kiri, dada samping kiri dan lengan kanan. Beruntung, serangan tersebut tidak mengenai organ vitalnya.
Korban sempat nonton pertandingan volly yang ada di desanya hingga tengah malam. Esok dini hari kejadian naas menimpa dirinya.
"Tidak sempat tanya, langsung Saya panggilkan Pak Kasun terus dibawa ke rumah sakit," terangnya.
Pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui lubang angin-angin yang terbuat dari kayu, di sisi bangunan depan. Anehnya, dalam kejadian itu, tak ada barang berharga yang hilang.
"Dalam 3 tahun, lebih 10 kali kemalingan. Tapi barang yang dicuri sedikit-sedikit, ya dompet dan STNK, selang 2-3 hari motornya dicuri. Ya uang tapi sebagian, terus lem triplek 1 kardus," jelasnya lagi.
Kapolsek Padang, Iptu Wasono Budi ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kejadian itu.
Pantauan sementara pihaknya selama olah TKP, tidak ada barang yang hilang atau pun yang diacak-acak pelaku.
"Kita tidak berani menduga-duga, masih kita dalami dulu. Sebelumnya memang sering kemalingan tapi hanya sebagian yang dicuri dan nilainya kecil," pungkasnya. (iki)
